Banda Aceh (ANTARA) - Telkom Group mempercepat proses pemulihan layanan telekomunikasi digital pada titik yang terdampak bencana hidrometeorologi mulai dari banjir dan longsor, baik di Aceh maupun Sumatera Utara (Sumut).
"Telkom Group berkomitmen memulihkan seluruh layanan secepat mungkin agar pelanggan dapat kembali menikmati konektivitas dengan normal,” ujar kata EVP Telkom Regional 1 (Sumatera) Dwi Pratomo Juniarto dalam keterangannya, di Banda Aceh, Kamis.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini, bencana alam tanah longsor dan banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh. Saat ini, proses penanganan terus dilakukan di masing-masing wilayah.
Baca juga: Update Bencana Aceh: Darurat Bencana Ditetapkan, 22 meninggal, 20.759 orang mengungsi
Dwi menyampaikan, bencana yang terjadi menyebabkan terganggunya sejumlah infrastruktur telekomunikasi Telkom Group, berdampak pada penurunan kualitas layanan mobile, fixed broadband serta digital lainnya di beberapa titik, mencakup Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, Gunung Sitoli, Nias, Bukittinggi di Sumut, serta 10 kabupaten/kota di Aceh.
Adapun infrastruktur telekomunikasi digital Telkom Group yang terdampak antara lain, kantor STO Telkom yang merupakan pusat operasi perangkat layanan komunikasi terpusat, infrastruktur fiber optic, tower, dan BTS.
Hingga saat ini, tercatat sembilan STO di Sumatera Utara dan 14 STO di Aceh terdampak, serta fiber optic yang putus sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda. Hal ini menyebabkan terjadinya blackout atau terhentinya akses telekomunikasi di beberapa area, dan juga diakibatkan pemadaman listrik.
“Sejak kejadian bencana alam terjadi, kami dengan sigap melakukan asesmen dan mengupayakan adanya layanan backup sekaligus pemulihan bertahap," ujarnya.
Saat ini, kata dia, tim teknis Telkom Group telah diterjunkan ke lapangan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai upaya pemulihan jaringan.
Telkom melakukan langkah percepatan pemulihan dan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan agar layanan telekomunikasi digital di wilayah terdampak dapat segera normal kembali.
Pihaknya menargetkan, STO di wilayah Sibolga sudah dapat beroperasi kembali hari ini, disusul dengan wilayah lainnya apabila kondisi lokasi sudah cukup aman dan tidak berisiko tinggi.
"Telkom juga mengaktifkan sejumlah backup link melalui layanan satelit dan IP radio dengan kapasitas terbatas," katanya.
Dwi menuturkan, sejumlah infrastruktur telekomunikasi mengalami dampak langsung akibat bencana, termasuk akses transport jaringan yang terputus dan tidak stabilnya pasokan listrik. Hal ini berpengaruh pada kualitas layanan yang dirasakan pelanggan di sejumlah lokasi dan titik bencana.
Dengan mengutamakan keselamatan kerja, seluruh personel dan tim teknis Telkom Group berupaya maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan dan memastikan pelanggan dan masyarakat di Sumatera Utara dan Aceh dapat kembali mendapatkan layanan konektivitas optimal.
Dalam kesempatan ini, Dwi juga menegaskan bahwa Telkom merasakan duka bersama dan berbelasungkawa kepada masyarakat terdampak baik di Aceh maupun Sumut atas terjadinya bencana alam ini.
"Kami memahami bahwa layanan telekomunikasi digital merupakan kebutuhan vital, kami berkomitmen melakukan pemulihan secara maksimal demi menghadirkan kembali layanan terbaik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat," demikian Dwi Pratomo Juniarto.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan kementerian gerak cepat tangani bencana Aceh dan Sumatera
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025