Banda Aceh (ANTARA) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem telah menetapkan Aceh berstatus tanggap darurat bencana hidrometeorologi setelah dilanda banjir hingga longsor di 16 kabupaten/kota di Aceh, pada Kamis.
"Hari ini, saya Gubernur Aceh menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh 2025," kata Mualem, di Banda Aceh.
Penetapan status tanggap darurat bencana ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 28 November 2025 sampai 11 Desember 2025.
Baca juga: Update bencana Aceh, material tower darurat PLN tiba dengan pesawat Hercules TNI AU
Langkah penetapan status darurat diharapkan mempercepat mobilisasi logistik, evakuasi, dan dukungan lintas lembaga untuk menangani bencana yang kini meluas di berbagai daerah Aceh.
Bencana hidrometeorologi di Aceh terjadi sejak Rabu (19/11) di Kabupaten Aceh Singkil, dan terus bertambah ke daerah lainnya. Sebagian besar kejadian ini dipicu curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta longsor.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) hingga pukul 16.00 WIB, bencana hidrometeorologi di Aceh sudah terjadi pada 16 kabupaten/kota, yakni Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang.
Kemudian, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.
Musibah ini telah berdampak pada 3.817 kepala keluarga (KK) atau 119.988 jiwa, dan 6.998 KK atau 20.759 jiwa diantaranya sudah mengungsi.
Bencana banjir di Aceh hingga hari ini juga telah menelan 22 korban jiwa, yakni di Kabupaten Aceh Tengah 15 orang, Aceh Utara empat orang, Bener Meriah satu orang, Aceh Tenggara dua orang.
Tak hanya itu, dua kabupaten juga dilaporkan terisolir yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah. Karena, akses menuju kedua daerah tersebut telah putus total akibat tanah longsor.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyebutkan, kawasan yang tertutup longsor itu, kata dia, ada di daerah Merie Satu Satu, Jamur Ujung berdekatan dengan Bener Meriah. Kemudian, kawasan Gunung Salak menuju Aceh Utara juga tidak bisa dilewati.
Selanjutnya, dari Takengon - Blangkejeren (Gayo Lues) juga terjadi longsor di wilayah Isak Aceh Tengah juga tidak bisa lewat.
Lalu, di Nagaraya, Payekolak, Beutong dan Genting di Nagan Raya. Berikutnya, dari Takengon menuju Kabupaten Pidie di wilayah Rusep dan Pame Aceh Tengah juga terjadi longsor.
"Semuanya tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sehingga Aceh Tengah hari ini betul-betul terkepung akses masuk ke Aceh Tengah," kata Haili Yoga.
Pemerintah Aceh, melalui Dinas Sosial Aceh mengeluarkan instruksi siaga penuh kepada seluruh personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di kabupaten/kota sebagai respon cepat terhadap potensi cuaca ekstrem.
Baca juga: Update bencana Aceh, Mualem tetapkan status tanggap darurat
Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir menegaskan, bahwa personel TAGANA harus meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana, khususnya potensi banjir, longsor, dan genangan di kawasan rawan.
“Seluruh jajaran TAGANA harus siap siaga 24 jam. Pastikan masyarakat terdampak tertangani dengan cepat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan,” tegas Chaidir.
Perbaikan listrik dan telekomunikasi
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh membangun lima unit tower listrik darurat atau emergency sebagai solusi percepatan pemulihan listrik Aceh yang terdampak akibat banjir bandang yang melanda Aceh.
“Saat ini kami dari PLN Unit Induk Distribusi Aceh sedang melakukan percepatan pemulihan sistem kelistrikan akibat banjir bandang yang terjadi di Aceh,” kata General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra.
Ia menjelaskan banjir dan angin kencang yang terjadi dari Bireuen hingga Aceh Timur mengakibatkan 12 tower SUTT 150 kV terdampak, dimana sembilan tower roboh dan beberapa lainnya mengalami kerusakan struktur.
Dari sisi telekomunikasi, Telkom Group juga sedang mempercepat proses pemulihan layanan telekomunikasi digital pada titik yang terdampak bencana hidrometeorologi mulai dari banjir dan longsor, baik di Aceh maupun Sumatera Utara (Sumut).
"Telkom Group berkomitmen memulihkan seluruh layanan secepat mungkin agar pelanggan dapat kembali menikmati konektivitas dengan normal,” ujar kata EVP Telkom Regional 1 (Sumatera) Dwi Pratomo Juniarto dalam keterangannya, di Banda Aceh.
Adapun infrastruktur telekomunikasi digital Telkom Group yang terdampak antara lain, kantor STO Telkom yang merupakan pusat operasi perangkat layanan komunikasi terpusat, infrastruktur fiber optic, tower, dan BTS.
Hingga saat ini, tercatat sembilan STO di Sumatera Utara dan 14 STO di Aceh terdampak, serta fiber optic yang putus sejak bencana banjir bandang dan longsor melanda. Hal ini menyebabkan terjadinya blackout atau terhentinya akses telekomunikasi di beberapa area, dan juga diakibatkan pemadaman listrik.
Banjir terjang 20 kabupaten/kota, Aceh tetapkan darurat bencana
Evakuasi
Prajurit TNI dari Koramil 19/Sawang Kodim 0103/Aceh Utara dan Yon Arhanud 5/CSBY membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir luapan dan arus deras di dua desa dalam Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.
Proses evakuasi warga tersebut dengan menggunakan satu unit perahu karet (LCR). Jumlah masyarakat yang dibantu sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Meunasah Pulo dan empat KK dari Desa Punteut. Mereka dievakuasi untuk dibawa ke lokasi pengungsian yakni ke masjid dan mushala di desa masing-masing.
Disisi lain, Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) serta kelompok potensi pencarian dan pertolongan lainnya mengevakuasi sebanyak 140 korban banjir di sejumlah wilayah di Aceh.
Proses evakuasi warga terdampak banjir tersebut menyusul semakin meningkat ketinggian banjir di beberapa kabupaten kota di Aceh.
Dari 140 korban banjir yang dievakuasi tersebut, kata dia, kurang lebih sebanyak 90 orang dievakuasi di wilayah banjir di Desa Meunasah Tuha, Kabupaten Pidie Jaya.
Kemudian, di Desa Cureh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, kurang lebih sebanyak 50 jiwa korban banjir dievakuasi ke tempat aman dan lebih tinggi.
Baca juga: Presiden Prabowo perintahkan kementerian gerak cepat tangani bencana Aceh dan Sumatera
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025