Aceh Tamiang (ANTARA) - Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menetapkan status tanggap darurat bencana alam banjir dari Markas Pusdalops pengendalian bencana BPBD setempat, Rabu (26/11).

“Saya barusan sudah meninjau langsung beberapa titik bencana serta membaca semua laporan yang masuk. Kita segera tetapkan status tanggap darurat," kata Armia Fahmi, di Aceh Tamiang, Rabu.

Armia Fahmi menegaskan, bakal pimpin langsung operasi penanganan bencana dari Pusdalops BPBD Aceh Tamiang untuk pastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran.

Baca juga: Update Banjir Aceh, 9 daerah terendam banjir dan 1.497 orang mengungsi

Ia menekankan, penetapan status tanggap darurat ini dikeluarkan setelah bupati menerima laporan dari seluruh camat mengenai potensi risiko banjir, tanah longsor dan tanggul jebol akibat curah hujan tinggi yang diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

"Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran satuan tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana untuk mengaktifkan kesiapsiagaan," tegasnya.

Ada pun beberapa butir instruksi Bupati terhadap kondisi bencana di Aceh Tamiang adalah sebagai berikut. Mobilisasi Penuh: Personel BPBD, Damkar, dan Satpol PP dan WH diperintahkan siaga penuh, dengan pengaturan jam dinas dan jam istirahat yang proporsional.

Kemudian, Aset Siap Guna: Seluruh peralatan, termasuk alat berat, kendaraan, dan operator dari PUPR, BPBD, dan Damkar, wajib disiapkan secara efektif untuk penanganan darurat di lokasi longsor maupun tanggul yang jebol.

Selanjutnya, Kesiapan Logistik: para Camat diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Datok Penghulu (Kades) guna menyiapkan lokasi pengungsian dan memastikan ketersediaan logistik yang memadai. 

Selain itu, Bupati Armia Fahmi juga telah memerintahkan para ASN Pemkab Aceh Tamiang bekerja dalam status Work From Anywhere (WFA) sembari tetap menjaga keselamatan diri, keluarga, barang berharga dan membantu masyarakat sebisanya.

Selain itu, Bupati juga meminta masyarakat menghindari tindakan panic buying menyusul penetapan status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut.

"Menghadapi kondisi saat ini pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan tanpa panik," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ikuti informasi resmi dari petugas di lapangan.

"Jangan sampai ada tindakan panic buying yang hanya akan merugikan kita semua di tengah situasi darurat ini," imbaunya.


Baca juga: Terseret arus banjir, warga Aceh Utara meninggal dunia
 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan dampak banjir di Aceh Tamiang sudah menyebar di 12 atau seluruh kecamatan. Hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu dini hari banyak menumbangkan pohon dan merobohkan bangunan rumah warga. Selain itu listrik padam dan jaringan internet tertanggu.

Dari amatan aceh.antaranews.com, di Desa Johar dan Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru ratusan hektare padi sawah yang baru ditanam ikut tenggelam dan sebagian warga sudah mulai  mengungsi. Perumahan elit di BTN Satelit Karang Baru yang selama ini aman dari bajir juga terendam setinggi paha orang dewasa.

"Kami sekeluarga mau mengungsi ke perumahan Desa Bundar Kecamatan Karang Baru. Tapi ternyata banjirnya paling parah, air sudah setinggi dada," kata Rohul Zaki (23) korban banjir dari Desa Kota Lintang, Kuala Simpang.

Dilaporkan juga jalan lintas Medan-Banda Aceh di kawasan Desa Seumadam sudah tergenang air setinggi 50 cm. Tiang listrik dan pohon  tumbang sempat menutup badan nasional tersebut  

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang Iman Suhery saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mendirikan tenda-tenda sebagai posko pengungsian dibeberapa titik. Namun sejauh ini pihaknya belum dapat mengetahui berapa data jumlah posko dan warga mengungsi.

"Kami belum dapat data dari camat berapa titik posko pengungsian, karena tekendala signal komunikasi dari desa hingga kecamatan terganggu. Tapi dampak banjir terparah di Kota Kuala Simpang," demikian Iman Suhery.


Baca juga: BMKG imbau warga Aceh waspadai bencana hidrometeorologi akibat hujan deras



Pewarta: Dede Harison
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025