Banda Aceh (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh menyatakan jalan lintasan Bireuen menghubungkan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, putus total akibat terjadi longsor dan ambruknya jembatan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas)Polda Aceh Polda Aceh Kombes Pol Deden Supriyatna yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan hingga saat ini terdata dua titik lintasan Bireuen-Takengon tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

"Hingga saat ini, ada dua titik di lintasan Bireuen-Takengon yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Satu titik karena longsor dan titik lainnya karena jembatan putus," katanya.

Baca juga: Update Banjir Aceh, 9 daerah terendam banjir dan 1.497 orang mengungsi

Ia mengatakan longsor dan jembatan putus terjadi menyusul hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di dataran tinggi di Provinsi Aceh tersebut.

Didampingi Kepala Bagian Pembinaan Operasi Ditlantas Polda Aceh Kompol Surya Purba, Deden Supriyatna mengatakan titik longsor berada di KM40, Desa Lampahan Kabupaten Bener Meriah. 

Kemudian, jembatan putus terjadi di KM80, Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah. Jembatan putus menyebabkan sepeda motor maupun mobil tidak dapat melintas dari kedua arah.

"Sedang titik longsor di lintasan Bireuen-Takengon yang berada di wilayah Kabupaten Bireuen, belum dapat kami sampaikan karena kondisinya tidak ada sinyal, sehingga komunikasi terputus," katanya.

Dirlantas Polda Aceh menyebutkan tidak ada jalur alternatif di lintasan Bireuen-Takengon. Masyarakat diminta menunda perjalanan ke dataran tinggi Gayo atau menggunakan jalur lainnya.

"Kami juga mengimbau masyarakat mewaspadai titik-titik rawan longsor, baik di jalur Bireuen-Takengon, maupun jalur lainnya, menyusul hujan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh," katanya.


Baca juga: Terseret arus banjir, warga Aceh Utara meninggal dunia



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025