Banda Aceh (ANTARA) - Seorang warga Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara bernama M Afdalil (27) meninggal dunia setelah terseret arus banjir di jalan persawahan setempat.
"Korban sempat hendak ditolong warga lain, namun derasnya arus korban tak tertolong," kata Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis, di Aceh Utara, Rabu.
Iptu Agus menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi saat korban menggunakan sepeda motor trail KLX hendak melintasi jalan persawahan yang tergenang banjir.
Baca juga: Pemkot Lhokseumawe Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor, percepat penanganan
Kemudian, saat berada di pertengahan jalan yang sudah terendam, korban bersama sepeda motornya terseret arus deras hingga terjatuh.
"Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tanah Jambo Aye dan Koramil 13 Tanah Jambo Aye. Proses pencarian dilakukan selama kurang lebih tiga jam secara bersama-sama," ujarnya.
Korban, lanjut dia, akhirnya ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal terseret, dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka di Gampong Jrat Manyang untuk dimakamkan.
Kapolsek menjelaskan, kedalaman air di jalur yang dilintasi korban mencapai sekitar 80 centimeter dengan arus deras. Kondisi tersebut menyebabkan korban tidak mampu menjaga keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dan hanyut ke sungai.
Dalam kesempatan ini, Kapolsek mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas melintasi genangan atau arus banjir, terutama di kawasan yang tidak dapat dipastikan kedalaman dan kekuatan alirannya.
Masyarakat juga diminta selalu meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan diri di tengah kondisi banjir yang masih berpotensi meningkat.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan melintas jika kondisi air deras atau melebihi batas aman. Tetap waspada dan saling menjaga,” demikian Iptu Agus Alfian.
Baca juga: Banjir setinggi 130 sentimeter rendam empat desa di Aceh Barat
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025