Banda Aceh (ANTARA) - Bencana banjir akibat cuaca buruk memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lhokseumawe pada Rabu (26/11) meliburkan seluruh sekolah untuk sementara.
"Saat ini Kota Lhokseumawe masih diguyur hujan lebat dan beberapa wilayah mengalami banjir, sehingga banyak akses jalan menuju sekolah yang tertutup dan tidak aman," kata Kadisdikbud Lhokseumawe, Yuswardi dihubungi di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelaskan telah mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh Kepala Sekolah Jenjang TK/SD/SMP Kota Lhokseumawe guna meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar.
Baca juga: Banjir rusak jaringan listrik sebagian wilayah Aceh padam
Ia menjelaskan situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak.
Menurut dia dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan belajar di sekolah diliburkan untuk sementara waktu sampai kondisi benar-benar pulih dan aman.
Ia mengatakan informasi tersebut disampaikan kepada guru, orang tua, dan seluruh siswa melalui saluran komunikasi sekolah masing-masing, serta terus memantau perkembangan kondisi di lingkungan sekolah.
"Pemberitahuan lanjutan akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan," katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada orang tua agar tidak mengizinkan anaknya bermain di luar rumah terutama di kawasan yang terendam banjir.
Baca juga: Puluhan warga Aceh Timur bertahan di atap rumah terjebak banjir
Sebelumnya Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan bencana sesuai dengan laporan yang telah disampaikan oleh BMKG.
"Banjir akibat tingginya curah hujan mengenangi sejumlah kawasan dan itu terjadi di daerah dataran rendah," katanya.
Pihaknya juga telah membersihkan saluran di daerah itu sebagai bagian antisipasi tidak terjadi banjir di daerah pemukiman. Semoga sekolah yang diliburkan bisa segera beraktivitas lagi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Disdikbud Lhokseumawe liburkan sementara seluruh sekolah akibat banjir
Pewarta: M IfdhalEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025