Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan terkait dengan pendirian bioskop di Aceh perlu melihat kembali kearifan lokal yang berlaku di tanah rencong, pemerintah harus juga berkoordinasi dengan ulama.
"Ya, pertama tentu kita harus lihat kearifan lokal. Nanti pemerintah kota (Banda Aceh) itu juga bagaimana kebijakannya ke depan dengan para ulama. Tapi yang kita lakukan ini tentu sudah sesuai norma-norma kearifan lokal, begitu," kata Teuku Riefky Harsya, di Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky Harsya kepada awak media usai menghadiri workshop Optimalisasi Akses Pasar: Narasi Lokal Menembus Bioskop dan Platform Global, bersama komunitas film Aceh, di Kota Banda Aceh.
Meski permasalahan ini memang animo dan permintaan dari masyarakat sendiri, tetapi tetap harus melihat kedepannya bagaimana.
Menurut Riefky, kreativitas itu pada dasarnya memang perlu diberikan ruang. Lagi-lagi, kearifan lokal setiap daerah juga perlu mendapatkan perhatian.
Baca: Sineas kritisi pernyataan Menbud Fadli Zon terkait bioskop perlu dibuka lagi di Aceh
"Ya, sebetulnya kan kreativitas itu perlu diberi ruang, begitu. Akan tetapi, di sisi lain kearifan lokal dari setiap daerah itu juga perlu kita perhatikan," ujarnya.
Dirinya menegaskan, mengenai bioskop di Aceh, hal itu kembali lagi pada apa yang menjadi hasil musyawarah antara stakeholder di Aceh. Dari pemerintah pusat, tentunya mendukung apapun yang diputuskan secara bersama.
"Tentu pemerintah pusat, apapun yang menjadi kebijakan daerah, kita siap mendukungnya," katanya.
Dalam kesempatan ini, dirinya menekankan bahwa hasil kreativitas dari anak-anak Aceh yang semakin besar, harus dapat dibawa ke arah positif.
"Nah, ini lah kita coba melihat dengan (kegiatan) hari ini, dan juga untuk membuka mata semua pihak agar juga bisa melihat secara objektif," demikian Teuku Riefky Harsya.
Baca: Senator DPD RI dukung kehadiran bioskop syariah di Aceh
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025