Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp10 triliun dana kredit usaha rakyat (KUR) ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (KI) pada 2026 mendatang.

"Rapat dengan Menkeu, Menko Perekonomian minggu lalu. Sudah diketok, untuk industri kreatif kita diberikan KUR khusus secara nasional Rp10 triliun, tapi untuk terkait kekayaan Intelektual," kata Teuku Riefky Harsya, di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menghadiri kegiatan pelatihan atau akselerasi (startup/badan jasa TIK), untuk penguatan kapasitas dan daya saing badan usaha ekonomi kreatif Aceh, di Banda Aceh.


Baca juga: BSI: Realisasi pencairan KUR di Aceh capai Rp2,5 triliun hingga Oktober
 

Dirinya menyampaikan, KUR tersebut nantinya dapat diakses banyak, karena batas yang ditetapkan itu hingga Rp500 juta untuk setiap pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

Tetapi, kata dia, untuk penyaluran KUR ini nantinya dilaksanakan oleh beberapa institusi, dan Kemenekraf dapat memberikan pendampingan, serta rekomendasi agar pelaku ekraf mendapatkan akses modal tersebut.

"Itu alokasinya tentu nanti kami berkolaborasi, bagaimana Pemda, pemerintah pusat bisa mengkurasi para pegiat ekraf untuk bisa memberikan pendampingan hingga bisa mendapat KUR," ujar Riefky.

Disisi lain, Riefky menjelaskan bahwa hari ini mereka juga melaksanakan program akselerasi untuk penguatan startup atau badan usaha TIK di Aceh, khususnya bagi pegiat dalam kategori berdaya.

Langkah ini, lanjut dia, perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada mereka yang sudah mulai baik. Karena upaya akselerasi dibutuhkan agar para pegiat yang sudah berdaya bisa naik kelas menjadi mandiri.

Target Kemenekraf, tambah Riefky, startup Aceh yang sudah berdaya akan terus didorong, didampingi untuk komersialisasinya, akses pasar dan dana, serta membantu membangun jejaring hingga bisnis matching.

"Sehingga yang sudah berdaya ini bisa naik kelas menjadi mandiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat perlu supaya jejaring terus terbuka," katanya.

"Jadi, kami memahami bahwa perjuangan para pegiat Ekraf terutama yang berbasis digital dan teknologi banyak tantangan, untuk itu kami hadirkan akselerasi ini," demikian T Riefky Harsya.


Baca juga: Bank Indonesia harap perbankan di Aceh mudahkan syarat kredit KUR



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025