Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa investasi dari luar negeri untuk ekonomi kreatif pada semester pertama 2025 ini didominasi subsektor aplikasi.

"Artinya banyak sekali investor luar yang mencari kerjasama untuk aplikasi di Indonesia ini. Itu adalah laporan dari BKPM (badan koordinasi penanaman modal) semester pertama 2025,' kata Teuku Riefky Harsya, di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menghadiri kegiatan pelatihan atau akselerasi (startup/badan jasa TIK), untuk penguatan kapasitas dan daya saing badan usaha ekonomi kreatif Aceh, di Banda Aceh.


Baca juga: Temui Menekraf, Bupati Abdya usul kreasi budaya etnik lokal masuk event nasional
 

Dirinya menyampaikan, sekitar tiga pekan lalu dalam paparan di depan Presiden Prabowo terkait capaian semester pertama, telah disampaikan bahwa Investasi sektor ekonomi kreatif sudah 66 persen dari yang ditargetkan Rp136 triliun.

"Itu sudah 66 persen di semester pertama, dan yang paling tinggi itu adalah sektor aplikasi, ini investasi dari luar Indonesia. Kalau dulu kan fashion, kuliner, kriya paling tinggi, sekarang paling tinggi untuk aplikasi," ujarnya.

Melihat kondisi ini, kata Riefky, teknologi secara internasional memang melihat bagaimana potensi aplikasi dari anak-anak muda indonesia.

Untuk itu, lanjut dia, besar harapan Kemenekraf kepada pemerintah daerah  untuk mendukung agar bersama-sama menyiapkan pegiat aplikasi terus bertumbuh.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi pemerintah Aceh dan khususnya Kota Banda Aceh atas perkembangan luar biasa subsektor ekonomi kreatif di tanah rencong.

Disisi lain, lanjut dia, Presiden Prabowo telah menetapkan 15 provinsi menjadi prioritas untuk pengembangan ekonomi kreatif, dan salah satunya Aceh.

Kemudian, dari 17 subsektor ekonomi kreatif, salah satu yang diprioritaskan adalah aplikasi, dan termasuk didalamnya konten digital, jasa TIK dan lainnya. 

"Kami melihat Aceh punya potensi luar biasa. Harapan kami kepada pemerintah daerah, bersama-sama menyiapkan agar pegiat aplikasi dari daerah ini bisa tumbuh. Kita siap dan Insya Allah juga bisa bekerjasama dengan pihak-pihak internasional," demikian T Riefky Harsya.


Baca juga: Temui Menekraf, Pemerintah Aceh bakal bentuk badan khusus ekonomi kreatif



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025