Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 110 unit rumah di Kota Langsa, Aceh terendam banjir kiriman akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat sejak Minggu (23/11) hingga hari ini.
"Banjir genangan tersebut merupakan air kiriman dari lahan perkebunan kelapa sawit PTPN 1 Langsa," kata Plt Kepala Pelaksana BPBA Fadmi Ridwan, di Banda Aceh, Selasa.
Fadmi menyampaikan, banjir genangan air tersebut merendam di Desa Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa.
Bencana ini, kata dia, berdampak terhadap terganggunya akses jalan dan sekolah, serta 110 unit rumah di Desa Paya Bujok Seulemak. Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 - 40 centimeter.
Terhadap kondisi ini, lanjut Fadmi, BPBD Kota Langsa telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan pendataan, dokumentasi dan pelaporan serta melakukan patroli ke kawasan banjir.
Baca: BPBD: Sebanyak 3.698 rumah di Aceh Timur terendam banjir
Hingga saat ini air masih menggenangi rumah warga dan tidak ada titik pengungsian. Musibah tersebut juga membuat lalu lintas tersendat, kecuali untuk mobil besar.
"Sebagian kendaraan besar masih dapat melintas, namun dengan kecepatan rendah karena arus cukup deras," katanya.
“Tim BPBD telah terjun ke lapangan. Kondisi terkini korban yang terdampak berjumlah 150 KK (420 jiwa) dan air masih belum surut," demikian Fadmi Ridwan.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan BPBA, sejumlah daerah di Aceh mulai dilanda banjir akibat hujan deras sejak pekan lalu, yakni di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Langsa.
Baca: BPBA: 2.591 jiwa terdampak banjir di Aceh Singkil
Pewarta: Rahmat FajriEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2025