Banda Aceh (ANTARA) - Ibu Banun duduk di beranda rumah kayunya yang sederhana di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, menikmati angin sore yang bertiup sepoi-sepoi pada awal November 2025. 

 

Usianya sudah 66 tahun, namun semangatnya tak pernah pudar. Dari tempat duduknya, ia melihat anak cucunya bermain di halaman, riang gembira. Meski hidupnya jauh dari gemerlap kota, di hati Ibu Banun hidupnya penuh dengan kedamaian.

 

Meski begitu, tubuhnya tidak lagi sekuat dulu. Punggungnya sering nyeri, matanya mulai kabur, dan tenaga pun cepat terkuras. Namun, ia tak pernah banyak mengeluh. Ia tahu, hidup memang harus diterima dengan segala keterbatasannya.


Baca juga: Ketika Drumband Mengubah Wajah Sekolah Desa di Aceh Timur
 

Tapi siapa sangka, ia mendapat sebuah kesempatan datang yang membuatnya merasa seperti mendapatkan angin segar dalam hidupnya. Itu dimulai ketika pengobatan gratis yang digelar oleh PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) yang dipusatkan di halaman Kantor Keuchik Gampong Alue Ie Mirah. 

 

Pada kegiatan tersebut, pihak Perusahaan pengelola blok migas di Blok A, menghadirkan sejumlah dokter spesialis dari ibu kota kabupaten, di antaranya dokter kandungan, dokter anak hingga dokter umum dan penyakit dalam. Bagi Ibu Banun, itu seperti sebuah cahaya di tengah gelap. Ia yang sudah bertahun-tahun tidak pernah memeriksakan diri ke dokter karena keterbatasan biaya dan transportasi. 
 

Petugas kesehatan memeriksa gigi balita dalam Program Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar Medco EP di Gampong Alue Siwah Serdang, Nurussalam, Aceh Timur, Rabu (6/12/2023). (ANTARA/HO-Medco)

Baca juga: Perjuangan Merintis Pendidikan Anak Usia Dini di Pelosok Aceh Timur

 

Ia merasa sangat beruntung bisa mendapat kesempatan itu. "Karena kalau sakit, harus ke kota, jaraknya jauh dan ongkosnya mahal,” kata Ibu Banun.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan di bidang kesehatan setiap tahun agar masyarakat bisa tetap sehat dan produktif.

 

 Bagi warga di daerah itu, kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan biasa. “Sudah lama saya juga ada batuk-batuk, tapi tidak pernah periksa karena jauh ke puskesmas. Ternyata tekanan darah saya tinggi, setelah diperiksa jadi tahu dan dikasih obat sama mereka,” kata dia.

 

Selain itu, Ibu Banun juga menjalani serangkaian pemeriksaan seperti gula darah, pemeriksaan mata, dan pemeriksaan jantung. Ia merasa lega saat semua dilakukan dengan penuh perhatian. Meski tubuhnya sudah menua, ia merasa seolah sedang berada di tangan orang-orang yang peduli. 

 

Tidak ada rasa terburu-buru, tidak ada kekhawatiran tentang biaya yang harus dikeluarkan. Semua itu gratis, berkat program tahunan yang digagas oleh perusahaan migas Medco E&P.

 

 Setelah beberapa saat, pemeriksaan pun selesai. Dokter memberitahukan hasilnya bahwa kondisi kesehatannya tidak ada yang harus dikhawatirkan. Ia merasa lega mendengar bahwa semua masalah kesehatannya bisa diatasi dengan langkah-langkah yang jelas. Dokter memberikan resep obat dan menyarankan pemeriksaan lanjutan.

 

 “Selama ini, saya tidak tahu pasti apa yang terjadi pada tubuh saya, tapi sekarang saya tahu apa yang perlu saya lakukan. Medco E&P membuat saya merasa diperhatikan, meskipun saya tinggal jauh di desa ini," katanya.

 

Ia tahu bahwa meskipun usianya sudah senja, ia masih bisa menjaga kesehatannya dengan baik. Bahkan anak cucunya sering mengingatkannya untuk mengonsumsi obat dengan teratur dan mengikuti saran dokter. Mereka pun ikut merasa tenang karena tahu bahwa ibunya berada di tangan yang tepat.

 

 Sekarang, setelah pemeriksaan itu, Ibu Banun merasa lebih percaya diri. Meski masih harus menjalani pengobatan untuk tekanan darah, ia merasa diberi kesempatan kedua untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Program pemeriksaan kesehatan gratis dari Perusahaan memberi ia lebih dari sekadar diagnosis medis, tetapi juga memberi harapan baru.

 

 "Setiap tahun, saya tahu Medco akan kembali ke sini untuk melakukan pemeriksaan. Saya sangat berterima kasih karena mereka tidak melupakan kami, lansia yang jauh dari kota. Saya merasa diperhatikan, dan itu membuat saya lebih semangat untuk menjalani hidup," katanya.

 

Bagi Ibu Banun, pemeriksaan kesehatan tahunan tersebut bukan hanya sekadar layanan medis. Itu adalah bentuk perhatian yang nyata bagi dirinya dan semua lansia yang mungkin tidak pernah bisa mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang baik tanpa bantuan program seperti ini.

 

Baca juga: Bahu-membahu Tangani Stunting dari Tingkat Tapak di Aceh Timur


Setiap Ibu Banun duduk di beranda rumahnya, ia merenungkan kembali bagaimana program Medco E&P telah mengubah pandangannya terhadap kesehatan. Ia tidak lagi merasa terasing atau tidak berdaya. Ia tahu bahwa meskipun usianya sudah lanjut, ia tetap memiliki hak untuk hidup sehat.

 

"Ini adalah hadiah yang sangat berharga bagi kami, lansia. Terima kasih, Medco," ujarnya dengan penuh rasa syukur.

 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Rijalul Fikri mengapresiasi Program Pengembangan Masyarakat Medco E&P yang memberi pelayanan kesehatan bagi warga sekitar operasinya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Medco E&P yaitu pengobatan gratis bagi warga Desa Alur Ie Mirah, dan kami berharap kegiatan ini kedepannya terus dikembangkan terutama pada persoalan kesehatan dan stunting bagi anak, hal ini juga menjadi program prioritas bagi pemerintah pusat," katanya. 


Baca juga: Industri Energi Bergerak Penuhi ESG untuk Masa Depan Berkelanjutan



Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025