Banda Aceh (ANTARA) - “Anak-anak langsung berlarian ke lapangan saat melihat mobil bak terbuka membawa peralatan drumband. Rasanya mereka seperti melihat festival masuk kampung,” kenang Kepala SDN 1 Blang Nisam, M. Rum, awal November 2025.

 

SDN 1 Blang Nisam, sebuah sekolah dasar di kecamatan terpencil yang dikelilingi hutan di Kabupaten Aceh Timur, selama ini dikenal sebagai sekolah sederhana dengan fasilitas terbatas. Karena itu, memiliki seperangkat alat drumband adalah sesuatu yang tak pernah terlintas di benak Pak Rum maupun para guru.

 

Namun hari itu menjadi titik perubahan. Peralatan drumband yang datang menjadi harapan baru. Lapangan sekolah mendadak menjadi pusat keramaian. Anak-anak tertawa, warga berdatangan, dan sekolah kecil di desa sederhana itu perlahan berubah menjadi tempat yang membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat. Sesuatu yang dulu tak pernah dibayangkan akhirnya terjadi: sebuah drumband kecil berhasil mengubah suasana, menyatukan anak-anak, dan menghadirkan optimisme baru di SDN 1 Blang Nisam.

Baca juga: Drumband Kota Banda Aceh juara umum PORA di Pidie

 

Semua bermula ketika PT Medco E & P Malaka (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di bawah pengawasan BPMA, melaksanakan Program Pengembangan Masyarakat di wilayah Kecamatan Blang Nisam. Melihat minimnya fasilitas pendukung kegiatan seni dan olahraga, perusahaan tersebut memutuskan menyerahkan satu unit perlengkapan drumband lengkap untuk SDN 1 Blang Nisam. 

 

“Waktu itu kami sampai tidak percaya, kami mendapatkan alat drumband tersebut dari perusahaan minyak bumi dan gas di wilayah ini," kata Pak Rum.

 

Dampak bantuan drumband itu ternyata jauh lebih besar dari sekadar alat musik. Pasalnya, sekolah ini sekarang jadi pilihan utama orang tua di wilayah tersebut untuk menyekolahkan anak-anak mereka. 

 

Jika sebelumnya banyak warga Blang Nisam yang memilih menyekolahkan anak ke kampung tetangga, kini mereka justru berlomba-lomba mendaftarkan anak di SDN 1. “Bukan hanya karena drumband itu terlihat keren, tapi kami melihat anak-anak jadi lebih percaya diri, berani tampil, dan lebih semangat pergi sekolah," kata M. Rum.

 

Setiap pagi, dentuman bass drum dan hentakan snare yang mulai dipelajari anak-anak sebagai kegiatan ekstrakurikuler menjadi semacam alarm baru bagi kampung itu, ibarat pertanda bahwa semangat sedang tumbuh dari tempat terpencil di tengah hutan.

 

Perubahan paling terasa adalah ketika acara-acara besar, seperti Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI dan Jalan sehat Gembira (Jasera) yang diselenggarakan Medco E&P di Kecamatan Indra Makmu pada Senin (18/8). Permainan alat musik perkusi dan atraksi dari kelompok beranggotakan 40 orang pelajar SD tersebut mampu menyita perhatian peserta jalan sehat ini. 

 

Sebelum ada drumband, jalan sehat biasanya hanya diiringi toa lama yang suaranya pecah. Sekarang, peserta acara berjalan dengan iringan ritme yang membangkitkan semangat. Anak-anak tampil dengan seragam kebanggaan mereka, memainkan pola-pola musik sederhana tapi berenergi, membuat warga berkumpul di pinggir jalan menyaksikan dengan bangga.

 

Hebatnya lagi, siswa pemain drumband itu tidak hanya menjadi hiburan lokal. Dalam waktu singkat, anak-anak yang berlatih dengan disiplin berhasil menorehkan sejumlah prestasi. Mereka menjadi runner-up di kejuaraan drumband tingkat Kabupaten Aceh Timur pada 2022. 

 

Baca juga: Drumband SMPN 17 Banda Aceh juarai Malaysia world band competition 2022
 

Kesempatan untuk meraihnya bukanlah datang secara tiba-tiba, namun lahir dari dedikasi dan semangat yang tinggi dari para pelatih, guru-guru, dan tentunya siswa yang menjadi anggota drumband yang rela belajar meskipun di terik panas matahari.

 

“Kami tidak berpuas diri dengan capaian kelompok drumband saat ini. Kedepannya kegiatan ekstrakurikuler ini akan terus ditingkatkan," katanya.

 

Beberapa sekolah lainnya di Aceh Timur juga memiliki semangat yang tinggi untuk membentuk kelompok drumband sebagai kegiatan ekstra kurikuler. Salah satunya kelompok drumband Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Aceh Timur di Desa Blang Pauh Dua, Kecamatan Julok. 

 

Meskipun baru terbentuk pada 2024, kelompok ini telah dipercaya untuk tampil di acara peringatan HUT ke-80 RI yang dihadiri oleh Camat Julok. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang telah bekerja keras membimbing kegiatan.  

 

"Pencapaian ini seolah membayar lunas pengorbanan dari siswa-siswi yang rela berlatih di bawah terik sinar matahari," katanya.
 

Penampilan drumband SDN 1 Blang Nisam saat jalan sehat gembira pada peringatan HUT RI pada Agustus 2025 di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. (ANTARA/HO)

Baca juga: Perjuangan Merintis Pendidikan Anak Usia Dini di Pelosok Aceh Timur
 

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Aceh Timur, Cut Mahmud mengatakan, dukungan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) PT Medco E & P Malaka, pada awal pembentukan kelompok drumband memotivasi siswa untuk sekolah lebih baik, prestasi lebih meningkat dan lebih luas langkahnya menuju  jenjang lebih tinggi.

 

Dari sepenggal kisah terkait drumband, terselip harapan agar lebih banyak lagi siswa di Aceh Timur bisa menyalurkan minat dan bakatnya ke dalam kegiatan positif sehingga mereka tidak saja mampu menghibur tetapi juga mencetak prestasi yang membanggakan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, Bustami mengapresiasi kepedulian Medco E&P terhadap kemajuan kualitas pendidikan. Ia meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

 

"Mudah-mudah bantuan tersebut terus bermanfaat dan juga bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ada di Aceh Timur dalam memajukan dunia pendidikan di Aceh Timur," kata Bustami. 

Baca juga: Piala Silaturahmi PT Medco ajang perkuat hubungan dengan masyarakat



Pewarta: Redaksi Antara Aceh
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2025