Meulaboh (ANTARA Aceh) - Managemen PT PLN (persero) Area Meulaboh memastikan suplay arus tidak terganggu pascaterjadi pengrusakan terhadap Kantor PLN Rayon Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.
Manager PT PLN Area Meulaboh Saslizar melalui Humas area Rusydi Helmi di Meulaboh, Selasa membenarkan adanya aksi pengurusakan aset milik negara tersebut, akan tetapi dipastikan tidak ada gangguan pelayanan kepada masyarakat pascapengrusakan tersebut.
"Malahan setelah terjadi pengrusakan kantor Rayon, untuk suplay arus PLN langsung dapat kembali normal, malam itu juga langsung diperbaiki sehingga tidak ada ngangguan untuk pelangan," katanya.
Kantor PLN Rayon Calang, Lhok Kruet, Kabupaten Aceh Jaya Minggu (10/1) sekitar pukul 22.00 WIB dikepung puluhan massa dan mengobark abrik fasilitas kantor akibat diberlakukannya pemadaman bergilir dalam dua pekan terakhir.
Pemadaman tersebut dikeluhkan masyarakat terutama yang berdomisili di Kemukiman Pantee Purba dan Kulam Mutia, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya karena sering terbentur dengan kegiatan sakral masyarakat Aceh, seperti terhentinya pengajian anak-anak pada jam malam dan terganggunya aktivitas umat muslim di rumah ibadah seperti Masjid dan Mushalla.
Menurut Rusydy, pemadaman bergilir karena terjadi defisit 7,2 Mega Watt sebab melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Media Group, bukan hanya untuk wilayah Rayon Kabupaten Aceh Jaya, akan tetapi merata kepada Kabupaten Aceh Barat serta Nagan Raya.
Kata dia, managemen PT PLN Area Meulaboh membawahi empat kabupaten termasuk Kabupaten Simeulue, selama proses pemeliharaan belum tuntas maka untuk pemadaman bergilir tetap masih dilakukan sampai 31 Januari 2016.
"Kalau memang sebelum sampai tanggal 31 Januari 2016 sudah selesai maka pengumanan itu akan kita cabut. Tadi malam saja sudah tidak dilakukan pemdaman bergilir, tapi karena memang belum tuntas pengumuman itu masih berlaku," jelasnya.
Manager PT PLN Area Meulaboh Saslizar melalui Humas area Rusydi Helmi di Meulaboh, Selasa membenarkan adanya aksi pengurusakan aset milik negara tersebut, akan tetapi dipastikan tidak ada gangguan pelayanan kepada masyarakat pascapengrusakan tersebut.
"Malahan setelah terjadi pengrusakan kantor Rayon, untuk suplay arus PLN langsung dapat kembali normal, malam itu juga langsung diperbaiki sehingga tidak ada ngangguan untuk pelangan," katanya.
Kantor PLN Rayon Calang, Lhok Kruet, Kabupaten Aceh Jaya Minggu (10/1) sekitar pukul 22.00 WIB dikepung puluhan massa dan mengobark abrik fasilitas kantor akibat diberlakukannya pemadaman bergilir dalam dua pekan terakhir.
Pemadaman tersebut dikeluhkan masyarakat terutama yang berdomisili di Kemukiman Pantee Purba dan Kulam Mutia, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya karena sering terbentur dengan kegiatan sakral masyarakat Aceh, seperti terhentinya pengajian anak-anak pada jam malam dan terganggunya aktivitas umat muslim di rumah ibadah seperti Masjid dan Mushalla.
Menurut Rusydy, pemadaman bergilir karena terjadi defisit 7,2 Mega Watt sebab melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Media Group, bukan hanya untuk wilayah Rayon Kabupaten Aceh Jaya, akan tetapi merata kepada Kabupaten Aceh Barat serta Nagan Raya.
Kata dia, managemen PT PLN Area Meulaboh membawahi empat kabupaten termasuk Kabupaten Simeulue, selama proses pemeliharaan belum tuntas maka untuk pemadaman bergilir tetap masih dilakukan sampai 31 Januari 2016.
"Kalau memang sebelum sampai tanggal 31 Januari 2016 sudah selesai maka pengumanan itu akan kita cabut. Tadi malam saja sudah tidak dilakukan pemdaman bergilir, tapi karena memang belum tuntas pengumuman itu masih berlaku," jelasnya.
Pewarta: Pewarta : AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2025