Banda Aceh,  14/8 (Antaraaceh) - Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda meminta pihak PT PLN agar menormalkan suplai listrik kepada masyarakat pelanggan khususnya di provinsi itu.
"Saya berharap untuk masa-masa mendatang listrik di Aceh tidak 'rajin' padam karena kondisi itu sangat menganggu masyarakat dan menghambat pertembuhan ekonomi," katanya saat pertemuan dengan pimpinan DPR Aceh di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan, masyarakat khususnya Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar merasakan kecewa setelah PT PLN memberlakukan pemadaman bergilir terutama dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, Plh PT PLN Wilayah Aceh Samsul Rizal mengakui dalam dua hari terakhir terjadi pemadaman bergilir disebabkan adanya devisit energi  jaringan interkoneksi dari pembangkit di Sumatera Utara, selain karena kelangkaan pasokan BBM jenis solar oleh PT Pertamina.
"Pihak Pertamina sebelumnya telah membatasi kuota suplai solar ke PT PLN. Kebijakan itu membuat kami tidak bisa beroperasi normal sehingga terjadi pemadaman bergilir, selain juga adanya devisit energi," kata dia menjelaskan.
Meski demikian, Syamsul menyebutkan PT PLN memang memiliki stok yang cukup untuk tujuh hari mendatang, namun persediaan tersebut sempat terkikis akibat pomotongan kuota 50 persen BBM dari PT Partamina.
"Tapi, masalah suplai BBM dari PT Pertamina ke PT PLN sudah ada kesepakatan. Dengan demikian, pasokan solar ke kami tidak ada masalah lagi. Untuk itu, kami berupaya memulihkan kembali situasi tersebut guna memastikan kedepan tidak ada pemadaman bergilir," kata Samsul Rizal yang juga Deputi Pembangkit PT PLN wilayah Aceh.
Sementara itu  Kepala Cabang PT Pertamina area Banda Aceh  Aribawa, menjelaskan suplai minyak solar ke PT PLN kini sudah normal kembali setelah adanya kesepakatan di tingkat pusat.
Ia menyebutkan, suplai BBM khusus jenis solar dari PT Pertamina kepada PT PLN untuk menghidupkan mesin pembangkit diesel di seluruh Aceh itu rata-rata mencapai sebanyak 40.000 kiloliter/bulan atau setara 40 juta liter.
Tetapi, khusus suplai solar pada Juli 2014 untuk PT PLN di Aceh itu terjadi penambahan yakni mencapai sebanyak 57.012 kiloliter dikarena pertambahan untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1435 Hijriah.


Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2025